Monday, April 20, 2015

Pacaran ?

Pacaran itu boleh kok. Saya sangat setuju malah.
Asal pacaran itu setelah menikah.

Setelah terungkap benar kpd Allah, janji cinta & keberanian tanggungjawabnya.
Pula, setelah terbukti benar kesungguhannya didepan orangtua kita.
Kalau sebelum sah, buat apa?
Hanya melelahkan hati saja. Karena belum pasti dia jodoh kita.
Belum jelas jadi tidaknya dgn dia, tuk apa buang2 waktu, tenaga, pikiran, juga uang untuk pacaran. Apalagi kalau modal dari orangtua.
Duh, bagaimana pula bisa disebut motivasi belajar?
Kalau karena tak ada kabar jelas saja jadi galau, malah tambah malas.
Alamak, bagaimana pula bisa disebut penyemangat ibadah?
Kalau justru karena dia, kita rajin ibadah begini begitu. Tapi niat ibadah, tertuju kpd siapa ianya?
Duhai, biarlah hati menumbuhkan cinta. Tapi, janganlah racuni ia dgn maksiat, kawan.
Sungguh, mendekati racun itu saja, sudah ada "warning" yg terpampang.
Sudahlah kawan, biarkan masa mudamu diisi dgn fokus perbaikan diri dulu ya?
Biar nanti ia jadi kekasih kau, tak sekedar pacar