Kenapa kelak kita disarankan untuk bertemankan hidup orang-orang yang ada zat agama dalam dirinya?
Alasannya adalah:
Pertama, apabila dia tidak menyukai beberapa sifat kita. Maka dia tidak akan berlaku kasar pada kita. Entah itu karena dia mengingat sabda Rasulnya bahwa dibanding satu kejelekan, pasti ada berjuta kebaikan lain milik teman hidupnya yang tak boleh dilupakan. Atau karena titah Tuhannya. Yang karenanya ia bersabar dan menuntun kita menjadi lebih baik lagi. Agar kelak bersama menjadi pemenang yang dipertemukan kembali.
Kedua, bila
nantinya ia harus mencintai kita, maka cintanya itu pasti karena
kecintaannya pada Tuhannya. Dan tentulah cinta yang ia bangun itu akan
lebih kekal. Sekekal aturan main Tuhannya. Cintanya akan setia. Sesetia
ia membaktikan diri pada Tuhannya.Perilakunya kepada kita akan selalu menyenangkan hati. Tentu saja karena ia telah terpaut untuk menjalani aturan main dari Sang Pencipta hati itu sendiri. Yang Maha paling mengerti ciptaanNya. Dan bilapun akhirnya nanti ia tak suka, dia akan tahu bagaimana cara terbaik menghadapi kita dengan tetap santun. Dan jika suatu saat ia tergoda untuk menyakiti kita, maka semoga ketakutannya kepada Tuhannya, selalu menjaga ia dari berbuat yang demikian.
Sebenarnya masih banyak lagi keberuntungan yang bisa kita dapat jika berteman hidup orang-orang seperti mereka.
Ah, tapi, agaknya saya pun harus berkaca.
Teringat sentilan seorang kakak.
Jika ingin sesuatu yang terbaik, maka cari ia dijalan yang baik.
Dan diperjalanan yang baik itu pula, kau jelas harus siapkan perbekalan diri yang terbaik. Kan lucu sekali, ingin yang terbaik tapi dengan modal yang tidak seimbang.
Ah tapi kawan, kemungkinan anugerah Tuhan akan selalu ada bukan?
Hei ndhuk, berdoalah selalu dan usahakan dengan perbaikan diri.
Semoga sukses!