Mulai sekarang kau harus rajin menulis Ris!
Karena menulis itu salah satu cara terbaik menyebarkan pemahaman yang baik,ris.
Ketika kita berbicara, hanya puluhan atau ratusan saja yang bisa mendengar. Kemudian hilang ditelan waktu.
Tapi tulisan, buku-buku, bisa dibaca lebih banyak lagi.
Dan jangan lupaka, buku bisa abadi. Terus diwariskan dan dicetak kembali.
Itulah harusnya niatmu sejak awal Ris!
Kau juga tak perlu takut bukumu akan dicetak penerbit atau tidak.
Menulislah, Ris!
Niatkan sebagai ibadah. Menjadi khalifah Allah dimuka bumi ini dalam menebar hikmah.
***
Kalau belajar menulis hanya demi menerbitkan buku, laku, kaya, populer, difilmkan, apalagi sibuk menghitung view, like, komen, maka cepat atau lambat akan berakhir pada kekecewaan--bahkan meski semua itu akhirnya tercapai. Kosong saja ketika sudah tiba di titik itu. Semoga kalian tidak memulai langkah yg keliru, mendengarkan orang2/mentor/guru menulis yg keliru.
Tulis dan sebarkanlah kalimat-kalimat yang baik. Maka kalian bagaikan menanam pohon yang akan berbuah lagi bermanfaat.
"Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan seperti itu supaya mereka selaly ingat" [QS. Ibrahim: 24-25]
***Karena menulis itu salah satu cara terbaik menyebarkan pemahaman yang baik,ris.
Ketika kita berbicara, hanya puluhan atau ratusan saja yang bisa mendengar. Kemudian hilang ditelan waktu.
Tapi tulisan, buku-buku, bisa dibaca lebih banyak lagi.
Dan jangan lupaka, buku bisa abadi. Terus diwariskan dan dicetak kembali.
Itulah harusnya niatmu sejak awal Ris!
Kau juga tak perlu takut bukumu akan dicetak penerbit atau tidak.
Menulislah, Ris!
Niatkan sebagai ibadah. Menjadi khalifah Allah dimuka bumi ini dalam menebar hikmah.
***
Kalau belajar menulis hanya demi menerbitkan buku, laku, kaya, populer, difilmkan, apalagi sibuk menghitung view, like, komen, maka cepat atau lambat akan berakhir pada kekecewaan--bahkan meski semua itu akhirnya tercapai. Kosong saja ketika sudah tiba di titik itu. Semoga kalian tidak memulai langkah yg keliru, mendengarkan orang2/mentor/guru menulis yg keliru.
Menulislah karena itu menyenangkan. Selalu menyenangkan.
Menulislah apa yang harus orang baca, bukan yang ingin orang baca.
Menulislah dengan pemahaman: Tidak semua kata-kata indah itu mengandung kebenaran. Kadangkala, sebuah kebenaran harus disampaikan dengan kalimat yang amat menyakitkan.
Menulislah dalam senyap. Si penulis akan mati, jadi tulang belulang, tapi tulisannya boleh jadi abadi ribuan tahun.
-- Tere Liye
***Menulislah apa yang harus orang baca, bukan yang ingin orang baca.
Menulislah dengan pemahaman: Tidak semua kata-kata indah itu mengandung kebenaran. Kadangkala, sebuah kebenaran harus disampaikan dengan kalimat yang amat menyakitkan.
Menulislah dalam senyap. Si penulis akan mati, jadi tulang belulang, tapi tulisannya boleh jadi abadi ribuan tahun.
-- Tere Liye
Tulis dan sebarkanlah kalimat-kalimat yang baik. Maka kalian bagaikan menanam pohon yang akan berbuah lagi bermanfaat.
"Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan seperti itu supaya mereka selaly ingat" [QS. Ibrahim: 24-25]
Jelas sekali kebenaran nasehat itu,
"Jika kau ingin menulis maka harus lebih banyak membaca. Mesti berkali lipat bacaanmu dibanding yg ingin kau tulis"
Seperti nabi Isa as. bilang, kau hanya bisa memberi apa yg kau miliki.
Jadi jawabannya sudah kau dapat, kan, nak? Tunggu apalagi. Kau selalu
bisa gunakan semua inderamu. Membaca tulisan, mengamati alam dan
sekitar, menilik situasi kondisi disekeliling. Kau selalu bisa, mencari
dan memikirkan bacaan kuasa Tuhanmu. Untuk kau terjemahkan menjadi hal
sederhana yg mudah dimengerti orang banyak. Agar bisa memikirkan,
tulisan apa yg baiknya tertulis di kitab amalnya nanti.
Moga kita semua bisa menjadi pembaca dan penulis yg baik ya, demi catatan kehidupan kita masing-masing.
***
Terkadang, meski engkau memiliki banyak hal yang ingin disampaikan, kau tuliskan, maka pahamilah bahwa tak semuanya bisa kau katakan dengan lisanmu atau dengan tulisanmu didepan khalayak ramai. Kau harus memikirkan baik-baik sebelum celotehanmu itu didengar orang lain, tulisanmu dibaca banyak orang.
Memilah dan memilihlah.
Apakah pantas hal tersebut diketahui orang banyak.
Apakah keluhan-keluhan itu justru menunjukkan kelemahanmu.
Atau justru menampakkan ketidaksyukuranmu pada hidup yang seharusnya membahagiakanmu ini.
Sederhana saja maksudnya,
Hei kau, nak, berbicaralah dan menulislah yang baik atau diamlah.
Biarlah, tak peduli oranglain bilang apa atas apa-apa yg kita lakukan, atas apa yang kita tuliskan.
Biarkan hati tenang dgn meyakini selalu bahwa semua yg kita lakukan hanya demi mendapatkan kerelaanNya atas diri ini.
Dan berhentilah dari takut melakukan sesuatu hanya karena takut dinilai sok baik dsb.
Ketakutanmu itu justru bisa menjadi riya.
Jadi, cukup lakukan saja. Urusan kita hanya meyakini apa yg kita lakukan untuk Allah. Tak ada yg lain.
Bila orang lain menilai begini begitu, biarlah itu hanya menjadi urusan mereka.
Sesederhana itu saja.
Moga kita semua bisa menjadi pembaca dan penulis yg baik ya, demi catatan kehidupan kita masing-masing.
***
Terkadang, meski engkau memiliki banyak hal yang ingin disampaikan, kau tuliskan, maka pahamilah bahwa tak semuanya bisa kau katakan dengan lisanmu atau dengan tulisanmu didepan khalayak ramai. Kau harus memikirkan baik-baik sebelum celotehanmu itu didengar orang lain, tulisanmu dibaca banyak orang.
Memilah dan memilihlah.
Apakah pantas hal tersebut diketahui orang banyak.
Apakah keluhan-keluhan itu justru menunjukkan kelemahanmu.
Atau justru menampakkan ketidaksyukuranmu pada hidup yang seharusnya membahagiakanmu ini.
Sederhana saja maksudnya,
Hei kau, nak, berbicaralah dan menulislah yang baik atau diamlah.
Biarlah, tak peduli oranglain bilang apa atas apa-apa yg kita lakukan, atas apa yang kita tuliskan.
Biarkan hati tenang dgn meyakini selalu bahwa semua yg kita lakukan hanya demi mendapatkan kerelaanNya atas diri ini.
Dan berhentilah dari takut melakukan sesuatu hanya karena takut dinilai sok baik dsb.
Ketakutanmu itu justru bisa menjadi riya.
Jadi, cukup lakukan saja. Urusan kita hanya meyakini apa yg kita lakukan untuk Allah. Tak ada yg lain.
Bila orang lain menilai begini begitu, biarlah itu hanya menjadi urusan mereka.
Sesederhana itu saja.
