Monday, April 20, 2015

Catatan Seminar Kepenulisan: "Berkarya lepas dan berkualitaslah!" bersama Tere Liye

Sebenarnya ini catatanku dihari Minggu, tanggal 30 Nov 2014 lalu.
Catatanku ketika mengikuti Seminar Kepenulisan: "Berkarya lepas dan berkualitaslah!" bersama Tere Liye.
Bacalah jika kalian mau. Semoga ada manfaat yang bisa dipetik :)
***

Pagi yang cerah ini dibuka dengan pembacaan sepenggal ayat cintaNya.
Qur'an surat al-Qalam (1-7) dalam 7 bahasa.
"Demi qalam (pena) dan apa yang mereka tulis"

Kemudian ada sebuah pembukaan yang ingin aku abadikan dalam tulisan.
Kalian tahu, Allah menciptakan alam ini dengan Nur Muhammad, yang kemudian dibagi empat.
Dan salah satunya yakni dijadikannya pena atau qalam untuk menuliskan kitab Lauh Mahfuz. Dan tahukah? Mungkin saja itu mengajarkan kesempatan bahwa ada celah yang menghikmahkan kepentingan pena dan apa yang dituliskannya.
Maka kusimpulkan sejenak diawal.
Ris, berkaryalah, menulislah, jadilah khalifatullah dalam menebar hikmah-Nya!

Maka setelah berbagai acara pembuka itu, dimulailah pelajaran kita.
Bang Darwis datang mengambil alih kelas menulis pagi itu.

Hai kawan, pahamilah terlebih dahulu hal yang akan kusebutkan dari Bang Darwis ini.
Pahamilah bahwa menulis itu persis bagaikan menumbuhkan biji atau menyalakan api di dada kalian.
Yang sungguh-sungguh menulis, maka ia bisa membesarkan nyala-nyala api, mencahayai bahkan dua per tiga seluruh penjuru bumi.
Yang sungguh-sungguh menulis, maka ia bisa menumbuhkan pohon kebaikan yang terus tumbuh subur, memberikan tempat bernaung, memberikan bebuahan yang manis dan menyegarkan, membagi oksigen, dan berjuta manfaat lainnya.

Menulislah, dan jadikan motivasi terbaik didalam hati. Karena energi kepenulisan kalian akan selalu tercukupi manakala motivasi kita seperti itu.

Ya. Tentu ada tips-tips menulis yang disampaikan beliau.
Yang pertama adalah itu tadi, pastikan dulu punya motivasi terbaik menulismu.
Walaupun tulisan tersebut sederhana, kalian bisa menyebarkan buah kebaikan dimana-mana, multiply, berkali-kali dimanapun. Atau kita sebut saja ia jadi ilmu yang bermanfaat, amal jariyah.

Yang kedua, tulislah apa yang kita kuasai dan apa yang kita sukai :)
Karena tulisan kalian, kalianlah yang lebih tahu. Apapun bisa jadi tulisan, asalkan sungguh-sungguh. Nanti kalian akan bisa melihat buah kebaikan itu.

Yang ketiga adalah mulailah menulis. Mulailah tulisanmu!
Seberapa efektif tulisan? Ialah ketika kamu yang menulis dan orang yang membaca dapat memahaminya.
Tulisan yang bagus, simply, hanya karena kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Penulis yang baik selalu bisa menemukan sudut pandang yang berbeda, sudut pandangnya yang spesial.
Maka latihlah diri untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda.
Temukan sesuatu yang berbeda, tak mesti orisinil. Hanya, berbedalah !

Menulislah, tapi perbanyaklah juga membaca. Bahkan kalau bisa persentase membacamu 200% !
Menulislah sebagai suatu kesenangan. Sebagai suatu hobby. Dengan terpaksa atau tidak dipaksa, pahamilah dengan seperti itu. Tumbuhkan bibit menulis menjadi habbit. Menulislah karena ingin bahagia.

Hari ini, manusia bisa menulis ribuan huruf. Sadar atau tidak. Di sms, medsos, dll.
Maka geserlah hal-hal yang tidak bermanfaat menjadi bermanfaat. Ganti dari menulis yang tidak bermanfaat dengan menulis yang bermanfaat. Ganti dengan melakukan hal-hal yang mendatangkan manfaat.
Kalian bisa menulis kapanpun dan dimanapun.
Dari mana saja ide menulis itu bisa didapat. Dengan mengamati, membaca.
Semakin sederhana sebuah tulisan, semakin banyak kesempatan yang membuat orang dengan mudah menangkap, bisa mengerti.
Selalu gunakan cerita untuk menjelaskannya, dengan perumpamaan, dengan cerita yang langsung.

Dalam menulis, ada tiga tingkatan yang dikatakan beliau.
Tingkatan pertama, menulis untuk menghibur dan menemani. Tingkatan kedua menulis untuk bermanfaat dan tingkatan tiga menulis untuk menginspirasi.
Sebagai penulis, fokus saja pada menghibur dan menemani sebagaimana ditingkat awal. Setidaknya agar waktu para pembacamu tidak terbuang sia-sia. Beliau bahkan bilang, dalam menulis ia hanya berniat yang pertama itu saja. Untuk menghibur dan menemani.

Cara terbaiknya menjadi penulis? Ya mulailah menulis dari sekarang, berlatihlah!

Tips kirim ke penerbit?
1. Pastikan naskah kalian sudah selesai
2. Riset kecil-kecilanlah. Agar kalian tau untuk mengirimkan tulisan kalian ke penerbit yang sesuai dengan genre kalian. Pelajari yang mereka suka.
3. Cari tau standar mengirimkan tulisan ke penerbit yang kalian tuju, turuti maunya.
4. Kirimkan dan tunggulah.
Masukkanlah tulisan kalian ke meja penerbit dengan judul, pembukaan pertama yang dikemas dengan baik.
Yakinlah, sepanjang tulisan kalian bagus, itu akan terbit cepat atau lambat!
Silahkan menulis dengan framework atau tidak. Menulislah dengan gaya kesukaan kalian.

Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun lalu.
Maka jangan bersedih jika belum ada pohon-pohon kebaikan yang belum tegak kokoh.
Masih ada waktu terbaik menanam pohon kedua, dan waktunya adalah dimulai dari hari ini.

[IRIS]