Thursday, April 25, 2013

LEMBARAN HIDUP WANITA SHOLEHAH ..



Mampukah aku menjadi seperti SITI KHADIJAH ?
Agung cintanya kepada Allah dan Rasulullah.
Hartanya di perjuangkan ke jalan fisabilillah.
Penawar hati kekasih Allah.
Susah dan senang rela besama..

Dapatkah kudidik jiwa seperti SITI AISYAH ?
Istri Rasulullah yang bijak.
Pendorong kesusahan dan penderitaan.
Tiada sukar untuk di laksanakan...

Mengalir air mataku..
Melihat pengorbanan puteri sholehah SITI FATIMAH.
Akur dalam setiap perinta.
Taat akan abuyanya yang sentiasa berjuang.
Tiada memiliki harta dunia.
Layaknya dia sebagai wanita penghulu syurga...

Ketika aku marah..
Ingin ku intip serpihan sabar.
Dari catatan hidup SITI SARAH...

Tabah jiwaku..setabah ummi NABI ISMAIL.
Menggendong bayinya yang masih merah.
Mencari air penghilang dahaga.
Di terik padang pasir merak.
Di tinggal suami akur tanpa bantah.
Pengharapannya hanya pada Allah.
Itulah wanita SITI HAJAR..

Mampukah aku menjadi wanita solehah ?

Mati dalam keunggulan iman.
Bersinar indah,harum tersebar..
Bagai wanginya pusara MASYITAH.

Renung-renungkanlah.
WALLAHU A'LAM...

Wednesday, April 24, 2013

Kunci-kunci Meraih Kejayaan

Dunia ini bila suatu hari penuh dengan tawa ria
Maka pada keesokkannya harinya
Akan penuh dengan tangisan
Alangkah buruknya negeri dunia ini

=> Kunci Kemuliaan ialah taat kepada Allah dan RasulNya

=> Kunci Rezeki adalah berusaha disertai dengan istighfar dan ketaqwaan.

=> Kunci Syurga adalah mengEsakan Allah (Tauhid)

=> Kunci Iman adalah merenungkan ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada makhluk-makhlukNya

=> Kunci Kebaikan adalah kejujuran.

=> Kunci Kehidupan Hati adalah merenungkan Al Quran, berdoa di malam hari dan meninggalkan perbuatan dosa.

=> Kunci Ilmu Pengetahuan adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik.

=> Kunci Kemenangan dan Kejayaan adalah sabar.

=> Kunci Kebahagiaan adalah taqwa.

=> Kunci Bertambahnya Nikmat adalah bersyukur.

=> Kunci Mencintai Akhirat adalah zuhud terhadap duniawi.

=> Kunci agar permintaan diqabulkan adalah berdoa.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥


Tuesday, April 23, 2013

KUSERAHKAN PUTRIKU PADAMU (RENUNGAN UNTUK PARA "CALON SUAMI")



Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua.

Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.

Dan waktupun berlalu...

Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya.

Tapi,...

Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya.

Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kamipun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami.

Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.

Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan.

Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami.

Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.

Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.

Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.

Udah putusin aja!

definisi pacaran itu | belum siap tapi mau | mau nikmat nggak mau tanggungjawab

definisi pacaran | putus yang tertunda | karena setiap putus awalnya pacaran

definisi pacaran | kita bisa jadian tanpa komitmen | dan kita bisa bubaran tanpa komitmen

definisi pacaran | kegiatan belajar mengajar maksiat

definisi pacaran | aku boleh pegang kamu | kamu boleh pegang aku | urusan jadi atau nggak nikahnya nanti ajalah

yang diperlukan jadi suami: komitmen, tanggungjawab, iman, mampu | yang diperlukan jadi pacar: PHP, sepik, nekad, maksiat

dulu wanita dijajah pria | sekarang wanita dipacari pria | efeknya sama aja | wanitanya mau aja =_=

lelaki yang membahayakan kehormatan wanita | selamanya takkan pernah menyuguhkan bahagianya cinta 



mau-maunya dipegang-pegang demi sebuah janji dan kata-kata manis? =_= | rugi bandar deh..

nikah belum pasti | maksiat udah pasti | tekor deh.. =_=

lelaki pasti mau barang yang masih disegel | anehnya kebanyakan suka ngelepas segel barang | parahnya wanita masih demen beginian.. =_=

"doi cuma pegang tangan aja kok" | kalo pacarmu puas cuma pegang tangan, kamu perlu khawatir dia laki beneran atau bukan =_=

"kita pacaran nggak ngapa-ngapain kok" | kalo nggak ngapa-ngapain, ya ngapain pacaran? =_=

janji tinggal janji, engkau ditinggal lari | nasib anak masa kini, dibohongi malah bangga diri =_= | #UdahPutusinAja








*setelah akad | "dik, aku cinta kamu yang keberapa?" | emm.. abang kalo nggak yang ke 6 berarti ke 7 bang | "HADUUUH!" =_=

*setelah akad | "dik, aku cinta keberapa?" | ke-4 bang | "lah katanya nggak pernah pacaran?!" | setelah Allah, Rasul dan ortu bang | #nyess

grogi dirimu, rikuh sikapmu, gemetar tanganmu | saat di dekatku setelah akad | adalah tanda kehormatanmu, taatmu, dan penantianmu

 pernikahan atau pacaran? | nggak usah ditanya siapa yang serius dan siapa yang main-main | semua udah tau :D

pacaran cuma main-main | pernikahan perlu keseriusan | mau dimainin atau mau diseriusin?

lelaki yang cuma maunya FUN aja ya pacaran jalannya | nggak perlu komitmen, nggak usah tanggungjawab dan paham agama | FUN aja kok

belum nikah aja udah berani pegang-pegang, ngajarin maksiat |

apalagi kalo dia sudah nikah, udah merasa yang punya kamu | tekor dah!

lelaki yang hanya anggap wanita sebagai objek | selama-lamanya nggak akan pernah bisa membedakan mana cinta mana nafsu

hanya lelaki yang menghormatimu | dialah yang akan memuliakanmu





Mau putus tapi rasanya nanggung??

NANGGUNG itu sejenis maju tak mau mundur segan | nikah belum siap putus banyak alasan

NGEGANTUNG itu bisa jadi hubungan tanpa status | atau status tanpa hubungan | sama-sama bahaya

NYESEK itu pacaran | sudah ngumpul maksiat, kehormatan ilang | nggak dinikahi pula =_= | #UdahPutusinAja

selagi lelaki cenderung dilihat dari MASA DEPAN | wanita cenderung dinilai dari MASA LALU | hati-hati track recordmu =_=

"cuma temen kok" "cuma anggep adik kok" "cuma rekan kerja kok" | iya, iya, iya, SEMUA SELINGKUH dan HAMIL luar nikah awalnya itu "cuma"

karena akhlak baik wanita layak dipilih | karena kesiapannya ia layak dinikahi | karena ketaatannya ia layak disayangi

karena kedewasaannya lelaki layak dipilih | karena kepemimpinannya ia layak dinikahi | karena imannya ia layak disayangi


 JOMBLO bukan berarti engga laku
JOMBLO bukan berarti engga punya duit
JOMBLO bukan berarti org Susah
JOMBLO bukan berarti malu dengan tampang
JOMBLO bukan berarti Tidak punya Cinta

Akan tetapi..
JOMBLO itu adalah, orang yang takut terjerumus kepda perbuatan yg di murkai Allah..
Perbuatan yg di larang Allah..

Dan jomblo itu sedang berusaha untuk menghindari kemaksiatan..

Betul engga mblo?



Nah kalau gitu, perhatiin deh dialog-dialog berikut ini ^^

"DIALOG 2 ORANG AKHWAT".

A : Eh.. tau ga sih elu? Pacarku yang sekarang Sholeh banget.

B : Hah? Sholeh? Terus gua mesti bilang WOW gitu?

A : Ya iyalah. Harus donk.Kan elu yang selalu nyaranin gua kek gitu.

B : Yes.. Sapa bilang? Kan gua cuma bilang, kalo elu mau cari pendamping, carilah yang Sholeh.

A : Terus apa bedanya calon pendamping ama pacar? Kan pacar udah bisa disebut calon pendamping.

B : Ya beda banget lah.Elu bilang pacar elu Sholeh? Ckckckck.. Mana ada anak suka pacaran dibilang Sholeh? Gada ceritanya tuh.

A : Ih.. Malah gak pecaya! Doi tuh kalo lagi ngajak jalan, ato pas lagi duaan, selalu aja kasih nasehat ma gua. Itu artinya Doi Sholeh kan?

B : Hah? Ngajak jalan? Duaan? Cuma duaan? Itu mah malah dilarang oleh Agama.Kalo doi Sholeh, gak semestinya ngajakin elu pacaran, Tapi doi suka silaturrahim ke rumah elu.
Sambil ta'aruf.dan mesti ada yang nemenin.Tetep gak boleh duaan apapun alasannya.

A : Gitu ta?

B : Iya donk.Ingatlah cowok yang baik itu gak bakal ngejalanin apa yang disebut pacaran.Begitu juga cewek.Tau ga sih elu? Menjaga diri dari hubungan yang belum halal itu akan memuliakan diri.

A : Terus apa yang mesti gua lakuin sekarang?

B : Stop lah berpacaran.Karena itu dilarang.Ajaklah doi ta'aruf ke rumah. Sekalian dikenalain ma bokap N nyokap elu.Kalo doi emank berkomitmen jadiin elu pasangan hidup, yakin doi bakal mau.Tapi kalo gak, yaaa gitu deh. Pikir sendiri lah..






Masih kekeuh lanjut pacaran nih?
Hmm..
 Ya sudah..
Tapii sebenarnya ada sisi positifnya juga sih kalau kamu pacaran..


SISI POSITIFNYA PACARAN

Loh.. Kata siapa pacaran itu gak ada sisi positifnya..
Malah banyak banget..

YangKe 1 positif galau,
2 positif patah hati,
3 positif gundah gulana,
4 positif selingkuh,
5 positif nambah dosa,
6 positif hamil, (ini yang paling parah)
dan masih banyak yang lainnya,
sudah banyak korban berjatuhan tapi sedikit sekali dari kita yang bisa mengambil pelajaran...

*sahabat, mari kita berhati-hati,
banyak orang yg beramai-ramai pacaran tapi belum tentu lantas pacaran itu dianggap baik dan positif.

kejahatan tidak selalu terjadi karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan.

WASPADALAH!!!
WASPADALAH!!!

sttttt,,, jangan keras-keras ngomongnya,
nanti yang lagi pacaran pada marah !?#^%&%$#?>??



Jadi kesimpulannya,
PACARAN ITU = HARAM

jika ada orang yang bilang..
'' pacaran itu sih gpp.. Asal bisa menjaga diri aja, dan kehormatan dan sesuai syariat islam ''

Ingat..! Gak ada yang namanya HARAM itu gpp atau malah pake syari'at segala..

yang pacaran sesuai syari'at islam itu pacaran = SETELAH NIKAH.

 

GOMBALNYA ORANG YANG PACARAN

1. Cuma kamu yang kucintai dalam hidup ini...(Ah masak sih? Terus Allah, Nabi, Ibu, Bapak dikemanain?)

2. Hidupku sepi tanpamu.
(Hehe.. Nggak segitunya kaleee...)

3. Aku tak bisa hidup tanpamu.
(Ngakak guling-guling! Sebelum pacaran masih bisa hidup kok)

4. Selamanya kau akan selalu di hatiku.
(Padahal kalau ada yang lebih ehem mudah pindah hati. Hhee)

5. Kau takkan pernah tergantikan.
(Cieee... Putus 1 minggu aja udah mau cari pengganti)

6. Setiap waktu kuselalu ingat kamu.
(Hadewh.. Gombalnya! Coba pas bobo, masih ingat gak?

7. Apa lagi ya... Ada yang mau nambahin?

Intinya...

Padahal udah tahu tuh banyak banget gombalnya, kok masih mau-maunya digombalin? Coba deh renungkan...

Yang protes berarti pemuja Pacaran.. Hehe..



Ya udah deh, ini ada sebuah dialog penutup buat kamu yg masih pengen lanjut pacaran..

...........

Adik : Ka, kaka ini pemberani yah?

Kaka : ( sambil Benerin jilbab) Iya
dong, baru tau ya? By the way
tumben kamu muji kaka
pemberani?

Adik: Salut aja sama kaka, udah
berani pacaran sebelum nikah.

Kaka : Gitu doang mah gampang
ade.

Adik : Berani nanggung patah hati
kalau tuh pacar ternyata bukan
jodoh kaka. Berani kesiksa rindu
kalau si pacar ga ada kabar,
berani ngelanggar batasan agama,
berani ngejadiin dosa yang udah
banyak semakin berlipat, berani
ngelanggar apa yang udah
dilarang-NYA, berarti berani juga
dong nginep di neraka?

Kaka : (Gleekk,Nelen ludah) Apaan
sih lo de? Sok tau!

Adik: Masih mending kak,
daripada sok berani, atas nama
ISLAM berani ga bilang ke pacar,
kita PUTUS ? Allah kok dilawan?
(ngeloyor pergi)


 
 Setuju? :D

 Semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya.

Aamiin ya Rabbal'alamin..
 

Tips Rumah Tangga Bahagia: Jauhi 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami



1. Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.

Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

2. Istri yang suka mendominasi.

Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.

Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.

3. Istri yang gemar berdusta.

Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan meremehkan.

4. Istri yang kejam/galak.

Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.

5. Istri yang menyulitkan.

Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.

6. Istri yang pasif.

Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.

7. Istri yang keras kepala.

Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.

8. Istri yang menggemari rutinitas.

Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.

Hal-hal di atas adalah bagian dari sifat-sifat istri yang paling dibenci kaum suami. Oleh karena itu, hendaknya para istri kembali meniti kembali gaya hidupnya dengan menjauhi sifat-sifat di atas, demi meraih kebahagiaan dan ketenteraman kehidupan rumah tangga.

# klik suka dan bagikan

H I J A B ....

rupanya aurat wanita itu laksana matahari yang terang | menarik indah bila ada namun panas membakar bila dipandang

rupanya aurat wanita itu bagai benda berharga | biasa bila tak dikemas dan istimewa bila terjaga

rupanya aurat wanita itu sebentuk rahasia | dan lelaki taat selalu menghargai rahasia

rupanya aurat wanita itu anugerah baginya | dan siapa yang menghargainya akan ditambah oleh-Nya

rupanya aurat wanita itu ada pemiliknya | berbahagialah yang menjaga sampai pada waktunya






engkau tiada dapat kendalikan pandangan lelaki | namun engkau bisa tutupi auratmu dengan hijab syar'i

"perbaiki hati" bukan alasan menunda hijab | hijab dirimu dan hatimu akan lebih baik

walau sudah kata "jilbabin hati" tetep aja ada kewajiban jilbabin diri :D | betul atau betul? :D hehe..

siapa yang memperindah dirinya dihadapan Allah | Allah akan baguskan dirinya dihadapan manusia

katakan "itu yang hijab banyak yang akhlaknya rusak, yang nggak hijab justru banyak akhlak baik" | itu bagian dari akhlak nggak baik

namanya manusia, pasti ada kurangnya | justru kita benahi kekurangan itu, salah satunya dengan hijab | bukan alasan dengan itu :D

bila menunggu tidak berdosa lagi baru kenakan hijab | maka hanya malaikat yang pantas mengenakan

justru manusia banyak dosa dan kurang lantas hijab dikenakan | karenanya ia akan kurangi dosa dan menjaga sikap

kalo berbuat baik | jangan mikir "nanti gimana ya?" | mikirnya "gimana nanti aja deh!"

udah jangan banyak mikir kalo mau hijab, malah nggak jadi | kalo sudah yakin itu perintah Allah, ayo hijab | Allah akan memudahkan :D

ikut kata-kata orang kamu nggak jadi berhijab? | yang aman-aman aja deh, ikut kata-kata Allah :D



01. ceritanya, barusan bareng keluarga belanja di mal | dari sana, ada yang sangat penting perlu saya bagikan malam ini
02. tentang Muslimah, tentang hijab | yang sekarang bergeser makna, dari ketaatan menjadi sekedar trend tanpa nilai syar'i
03. makin hari makin terasa | hijab hanya dimaknai sekedar busana ikutan | memakai karena Muslimah lain lazim memakainya
04. tentu saja | apapun niat kenakan hijab | tetap seorang Muslimah harus dihargai dalam usaha pendekatannya terhadap Allah, usaha taatnya
05. dalam ikhlas ada pembiasaan, dalam taat ada latihan | dan semua usaha pendekatan pada Allah walau belum sempurna layak diapresiasi
06. maka pada Muslimah yang telah mengenakan hijab | tentu hamdalah kita ucapkan dan kita doakan agar istiqamah
07. namun tentu apresiasi terhadap Muslimah yang kenakan hijab, tidak menghalangi nasihat padanya | tentu menyempurnakan hijab lebih utama
08. mengenai hijab, ia adalah penutup aurat Muslimah | sederhananya terdiri dari 2 lembar pakaian | jilbab di badan dan kerudung di kepala
09. adapun jilbab dan kerudung | telah kami bagikan sedikit dari pembahasannya | bisa diulang baca di >> chirpstory.com/li/6487
10. kerudung, telah jelas dibahas Al-Qur'an di QS 24:31 | bahwa ia harus terulur sampai batas dada, bukan hanya pembungkus kepala
11. kerudung bukan pengganti rambut | yang harus diolah sedemikian rupa hingga jadi hiasan baru | pusat perhatian lelaki
12. kerudung bukan kain yang diulurkan ke punggung | dan malah menampakkan dada, dengan alasan menampakkan motif baju di bagian dada
13. kerudung bukan perhiasan, ia penutup perhiasan | wajib diulurkan hingga batas dada sebagaimana pinta Rasulullah
14. kami juga heran dengan zaman ini | untuk apa ada tambahan kerudung hingga kerudung menyerupai sanggul? | menyerupai punuk unta?
15. nyata-nyata Rasulullah pesankan kehati-hatian terhadap gumpalan rambut atau bukan rambut yang membentuk punuk unta di kepala
16. mengenai punuk unta, ketidakbolehannya dan larangannya | boleh sekali lagi dibaca ulang di >> chirpstory.com/li/7525
17. jujur, ngeri melihat kepala Muslimah jadi membesar seperti itu | lebih ngeri lagi karena Rasulullah justru melarang model punuk unta
18. hijab itu berarti kesederhanaan, melindungi keindahan | lebih sederhana lebih baik, kepala tanpa tambahan, apa adanya, pure
19. bila rambut dirasa panjang, maka lebarkan kerudung, atau gerai kebawah | bila perlu bolehlah dipotong seperlunya
20. pasti ada jalan untuk tampil syar'i tanpa model punuk unta | dan kerudung terulur panjang hingga menutupi batas dada
21. mengenai jilbab, ia mesti longgar, dan tidak transparan | terulur menutupi seluruh tubuh Muslimah, sebagaimana lazimnya jubah
22. bila jilbab berpotongan, ada ulama yang membolehkan | walau lazimnya dikenal jilbab adalah baju terusan yang tak berpotongan
23. jangan lupakan pula kaos kaki | kaki wanita termasuk aurat | sempurnakan menutup aurat dengan kaos kaki
24. sederhana-lah dalam berhijab, ketaatan yang mencapai Allah, bukan gegaya dan mode | jangan merumitkan, jangan menyusahkan diri
25. sederhanalah menampilkan diri dan penuhi syarat syariat | jangan demi mengejar mode, malah meninggalkan syarat syariat
26. selalu ingat, bahwa hijab adalah usaha agar diperhatikan Allah | bukan agar diperhatikan manusia
27. nasihat ini bukan karena benci namun peduli | bukan sindiran namun perhatian
28. amanah ilmu adalah disampaikan | walau sungkan harus kami lakukan
29. jadi bila manfaat, maka itu keutamaan ilmu yang Allah turunkan dalam Al-Qur'an | bila salah tentu itu manusia punya kelemahan
30. tentu dalam doa, selalu kami panjatkan | agar setiap Muslimah yang berjalan menuju ketaatan, dimudahkan menyempurnakannya



berhijablah yang SYAR'I dan SEDERHANA | agar tiada dapat suami yang RUMIT dan RUWET

apa itu hijab SEDERHANA? | selembar KERUDUNG lebar sampai tutupi dada | dan GAMIS yang terulur luas sampai bawah mata kaki

yang belum berhijab, berhijab | yang sudah, sempurnakan agar syar'i dan sederhana | yang sudah syar'i, dakwahkan :D

salah satu yang menyebabkan saya memilih @ummualila | karena beliau ndeso, jadi nggak bisa make-up samasekali | dan ia SEDERHANA :D

hijab RIBET, kepala MUMET | hijab SIMPEL, itu ADOREBEL


by: Ust. Felix siauw^^   

Hari Gini Broken Heart ?!

ust. felix siauw

rasa sakit hati itu ada | karena engkau izinkan ia ada

bahagia hati tiada datang sendiri | ia hasil daripada memaknai | dan memahami Allah tiada lalai | dalam memberi dan menilai

mengapa membiarkan orang lain mengambil kendali? | toh hidup milik Allah dan jalan kita yang pilih sendiri?

hati tidak bisa memilih | kita yang memilih | merasa sakit hati itu pilihan | jadikan pelajaran juga pilihan

menertawai kurang bijaknya diri dalam menilai lebih bagus | ketimbang depresi pikirkan "mengapa dia begitu"

maka taubat bagi jiwa dan istighfar segera diucap | mungkin ada bagian maksiat kita hingga kenyataan tak sesuai harap

dan jangan bilang engkau tak bisa melupakan | jangan-jangan justru sakit hati bagimu kenikmatan?

disakiti karena salah memilih itu memang bagian dari bodoh | tapi bertahan sakit agar dia memperhatikanmu itu jauh lebih bodoh

hidup bukan drama korea | stand up, get a life!


Monday, April 22, 2013

SHALAT DHUHA... PENGGANTI SEDEKAH PERSENDIAN


Foto: ‎[ SHALAT DHUHA PENGGANTI SEDEKAH PERSENDIAN ]
Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan shalat-shalat sunnah untuk menyempurnakan ibadah shalat wajib yang terkadang tidak dapat sempurna pahalanya. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalatnya. Apabila baik, maka ia telah beruntung dan selamat; dan bila rusak, maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya , maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, "Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat tathawwu' (shalat Sunnah)," lalu disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian. [HR at-Tirmidzi]. Dan di antara yang disyariatkan ialah shalat Dhuha.

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
1. Mencukupkan sedekah sebanyak persendian manusia, yaitu 360 persendian, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (أخرجه مسلم).

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: "Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha".[HR Muslim, kitab Shalât al-Musâfirîn wa Qashruha, Bab: Istihbâb Shalat ad-Dhuha, hadits No. 720. ]

Juga sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

"Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya," mereka bertanya,"Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?" Beliau menjawab,"Memendam riak yang ada di masjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua raka'at shalat Dhuha mencukupkanmu." [HR Abu Dawud no. 5242]

2. Allah Subhanahu wa Ta’alamenjaga orang yang shalat Dhuha empat rakaat pada hari tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَوْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ أخرجه الترمذي. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Dari Abu Dardaa' atau Abu Dzar, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Allah Subhanahu wa Ta’alabahwa Allah berfirman: "Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal siang hari empat rakaat, niscaya Aku menjagamu sisa hari tersebut".[HR at-Tirmidzi, kitab Shalât]

3. Shalat Dhuha merupakan shalat al-awwâbîn. Yaitu orang yang banyak bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang berbunyi:

لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ قَالَ وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ. (أخرجه الحاكم).

Tidaklah menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah.[HR al-Hâkim dalam al-Mustadrak]‎

Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan shalat-shalat sunnah untuk menyempurnakan ibadah shalat wajib yang terkadang tidak dapat sempurna pahalanya. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ


Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalatnya. Apabila baik, maka ia telah beruntung dan selamat; dan bila rusak, maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya , maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, "Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat tathawwu' (shalat Sunnah)," lalu disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian. [HR at-Tirmidzi]. Dan di antara yang disyariatkan ialah shalat Dhuha.

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
1. Mencukupkan sedekah sebanyak persendian manusia, yaitu 360 persendian, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (أخرجه مسلم).


Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: "Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha".[HR Muslim, kitab Shalât al-Musâfirîn wa Qashruha, Bab: Istihbâb Shalat ad-Dhuha, hadits No. 720. ]

Juga sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ


"Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya," mereka bertanya,"Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?" Beliau menjawab,"Memendam riak yang ada di masjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua raka'at shalat Dhuha mencukupkanmu." [HR Abu Dawud no. 5242]

2. Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjaga orang yang shalat Dhuha empat rakaat pada hari tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَوْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ أخرجه الترمذي. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ


Dari Abu Dardaa' atau Abu Dzar, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Allah Subhanahu wa Ta’alabahwa Allah berfirman: "Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal siang hari empat rakaat, niscaya Aku menjagamu sisa hari tersebut".[HR at-Tirmidzi, kitab Shalât]

3. Shalat Dhuha merupakan shalat al-awwâbîn. Yaitu orang yang banyak bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang berbunyi:

لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ قَالَ وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ. (أخرجه الحاكم).


Tidaklah menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah.[HR al-Hâkim dalam al-Mustadrak]




IRIS_

LARANGAN MENSUCIKAN & MEMUJI ORANG BERLEBIHAN - Adab Memuji



by_Ust KH Ihsan Tandjung

Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Seorang lelaki memuji orang lain di hadapan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam maka beliau bersabda: “Celaka kamu! Kamu telah memenggal leher temanmu, kamu telah memenggal leher temanmu!” Beliau mengucapkannya berulang-ulang. ”Apabila seorang di antara kamu terpaksa harus memuji temannya, hendaklah ia berkata: Aku mengetahui kebaikan si Fulan namun Allah lebih mengetahui keadaannya, dan aku tidak memberikan kesaksian kepada siapa pun yang aku ketahui di hadapan Allah karena Allah lebih mengetahui keadaannya yang sebenarnya”. (HR Muslim 5319)

Bayangkan, saudaraku. Betapa keras teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada seseorang yang telah memuji orang lainnya. Sedemikian kerasnya teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sehingga tindakan memuji sesama manusia itu disetarakan dengan memenggal leher teman artinya membunuhnya…! Dan hal ini dikatakan berulang-kali oleh Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Mengapa teguran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam begitu kerasnya? Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat khawatir bila ummat beliau terjatuh kepada penyimpangan ummat terdahulu, khususnya kaum Yahudi dan Nasrani. Sebab penyimpangan seperti ini dapat dipandang sebagai salah satu bentuk mempersekutukan Allah. Dan itu berarti termasuk dosa besar. Bahkan dosa yang tidak bisa diampuni Allah.

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ

لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisa ayat 48)

Sehingga dalam kesempatan lainnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bahkan pernah menegur keras para sahabat ketika beliau dapati mereka melakukan bentuk penghormatan berlebihan kepada diri Rasulullah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا

أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

Ibnu Abbas mendengar Umar berkata dari atas mimbar: ”Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian mengkultuskanku sebagaimana kaum Nasrani mengkultuskan Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. Maka ucapkanlah: hamba Allah dan RasulNya.” (HR Bukhary 3189)

Subhanallah... Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sadar dan faham betul bahwa kemusyrikan seringkali bermula dari bentuk mensucikan orang-orang mulia seperti para Nabi sebagaimana yang dialami oleh kaum Nasrani yang bermula dari mensucikan Nabi Isa berlebihan akhirnya menjadi melampaui batas sehingga dewasa ini kaum Nasrani meyakini bahwa Nabi Isa adalah anak tuhan bahkan tuhan itu sendiri.

Saudaraku, berarti Islam sangat tidak membenarkan hadirnya berbagai bentuk penghormatan berlebihan kepada sesama manusia walau terhadap seorang Nabiyullah sekalipun.

Dan jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam melarang ummatnya untuk mengkultuskan diri beliau, bagaimana lagi gerangan kerasnya teguran beliau jika saja beliau bisa menyaksikan perlakuan sebagian ummat Islam di zaman kita yang mengkultuskan kalangan yang mengaku diri mereka sebagai ”keturunan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam”? Atau pengkultusan terhadap seorang Kyai atau Ajengan di sebuah Pesantren? Atau pengkultusan para kader kepada Qiyadah/pimpinan sebuah Jama’ah minal Muslimin dalam bentuk mentaati segala keputusan-keputusannya walau sudah jelas bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah?

Kaum Nasrani telah memposisikan Nabiyullah Isa sebagai anak tuhan bahkan tuhan itu sendiri. Oleh karenanya kita ummat Islam sangat bersyukur adanya sebuah surah di dalam Al-Qur’an yang memberikan pengetahuan fundamental mengenai aqidah tauhid, yaitu surah Al-Ikhlas.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌاللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

”Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".(QS Al-Ikhlas ayat 1-4)

Dengan tegas dan jelas surah di atas memberikan dasar-dasar aqidah pengesaan Allah di
dalam ajaran Islam. Sejak SD kebanyak muslim sudah hafal surah di atas di luar kepala. Sehingga bagi seorang muslim adalah suatu hal yang tidak masuk di akal bila ada sesama manusia yang diposisikan sebagai anak tuhan apalagi sebagai tuhan itu sendiri. Karena jelas diegaskan bahwa Allah itu ” tiada beranak dan tiada pula diperanakkan” dan bahwa Allah itu ”tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.

Oleh karenanya di dalam Islam kita diajarkan agar jangan mensucikan, mengagungkan atau mengagumi sesama manusia berlebihan.

Disarikan dari = http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/islam-menyuruh-kita-mensucikan-allah-bukan-mensucikan-manusia.htm



IRIS_

MENGAPA LIDAH KELU DISAAT AJAL AKAN MENJEMPUT..??

Coba kita amati..Mengapa kebanyakan orang yang hampir ajal tidak dapat berkata apa- apa..Lidahnya kelu,keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'..


Diriwayatkan sebuah hadist.."Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan,jika tidak ALLAH akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.­ "


Ini jelas menunjukkan kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun sewaktu adzan berkumandang.

Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati adzan...

JIKA LAGU KEBANGSAAN NEGARA BERKUMANDANG K­ITA DIAJARKAN AGAR BERDIRI TEGAK DAN DIAMKAN DIRI..
Lantas Mengapa ketika adzan kita tidak bisa mendiamkan diri..?


''Barang siapa yang berkata-kata ketika adzan, ALLAH akan kelukan lidahnya ketika sakaratul maut...''

Na'udzubillahimindzalik...

Kita takut dengan kelunya lidah kita saat ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimat "Lailahaillallah.."..
Yang mana siapapun yang dapat mengucapkan kalimat ini ketika nyawanya akan dicabut, ALLAH dengan izin-Nya menjanjikan syurga untuk mereka...

Karena itu..mari kita sama-sama menghormati adzan dan mohon kepada ALLAH supaya lidah ini tidak kelu sewaktu nyawa kita hendak dicabut...


"Ya ALLAH..Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia..Lancarkan lidah kami mengucapkan kalimah "Lailahaillalla­h.." sewaktu sakaratul maut menghampiri kami...


Aamiin Ya rabbala'lamin..


Kisah yang dibawakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya, al Jawaabul Kaafi, bahwa ada seseorang saat sakaratul maut, dia diingatkan, “Ucapkanlah Laa ilaha illallah.” Lalu orang itu menjawa:”Apa gunanya bagiku, Aku pun tidak pernah mengerjakan shalat karena Allah, meskipun sekali,” akhirnya ia pun tidak mengucapkannya.

Al Hafizh Rajab rahimahullah dalam kitab Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, menukil dari salah satu ulama,’Abdul ‘Aziz bin Abu Rawwad, beliau berkata: “Aku menyaksikan seseorang, yang ketika hendak meninggal di talqin (diajari) Laa ilaha illallah. Akan tetapi, ia mengingkarinya pada akhir ucapannya.”

Su’ul khatimah (akhir yang buruk) adalah meninggal dalam keadaan berpaling dari Allah, berada di atas murka-Nya serta meninggalkan kewajiban dari Allah. Tidak diragukan lagi, demikian ini akhir kehidupan yang menyedihkan, selalu dikhawatirkan oleh orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjauhkan kita darinya.

Terkadang nampak pada sebagian orang yang sedang sakaratul maut, tanda-tanda yang mengisyaratkan su’ul khatimah, seperti: menolak mengucapkan syahadat, justru mengucapkan kata-kata jelek dan haram, serta menampakkan kecenderungan padanya dan lain sebagainya. Kami perlu menyebutkan begaina contoh nyata kejadian tersebut

Kemudian Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bertanya kepadanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang pecandu khamr (minuman keras). Selanjutnya Syaikh ‘Abdul Aziz berkata: “Takutlah kalian terhadap perbuatan dosa, karena perbuatan dosa itu yang telah menjerumuskannya.”

Hal serupa juga diceritakan oleh al Hafizh adz Dzahabi rahimahullah, ada seorang yang bergaul dengan pecandu khamr, maka saat ajal akan tiba, dan ada seseorang yang datang untuk mengajarinya syahadat, ia malah mengatakan:”Minumlah dan beri aku minum,” kemudian ia meninggal.

Al ‘Alamah Ibnul Qayyim eahimahullah bercerita mengenai seseorang yang diketahui gemar musik dan mendendangkannya. Tatkala wafat menjemputnya, dia diingatkan, katakanlah : Laa ilaha illallah (tetapi) dia justru mulai mengigau dengan lagu sampai kemudian mati tanpa mengucapkan kalimat tauhid.

Beliau rahimahullah juga berkata:”Sebagian pedagang mengabarkan kepadaku tentang karib kerabatnya yang hampir meninggal, sementara mereka disisinya. Mereka mentalkinkan Laa ilaha illallah, namun ia mengigau “ ini murah, ini barang bagus, ini begini dan begitu,” sampai ia meninggal dan tanpa bisa melafazhkan kalimat tauhid.”



Berikut ini kami bawakan keterangan Ibnul Qayyim rahimahullah. Komentar ini dibawakan setelah menyebutkan kisah-kisah di atas. Beliau rahimahullah berkata:

“Subhanallah, betapa banyak orang yang menyaksikan ini mendapatkan pelajaran? Apabila seorang hamba, pada saat sadar, kuat, serta memiliki kemampuan, dia bisa dikuasai setan, ditunggangi perbuatan maksiat yang diinginkannya, mampu membuat hatinya lalai dari mengingat Allah Ta’ala, menahan lisannya dari dzikir, dan (begitu pula) anggota badannya dari mentaati-Nya, lalu bagaimana kiranya ketika kekuatannya melemah, hati dan jiwanya kacau karena sakitnya naza’ (tercabutnya nyawa) yang sedang dia alami? Sementera saat itu, setan mengerahkan seluruh kekuatan dan konsentrasinya, dan menghimpun semua kemampuannya untuk mencuri kesempatan. Sesungguhnya ini adalah klimaks. Saat itu, hadir setan yang terkuat, sementara si hamba dalam kondisi paling lemah. Siapakah yang selamat?

Pada kondisi ini, seperti tercantum dalam firman-Nya:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”
(QS. Ibrahim:27)

Maka, orang yang dilalaikan hatinya dari mengingat Allah, (selalu) memperturutkan nafsunya dan melampaui batas, bagaimana mungkin diberi petunjuk agar husnul khatimah?!

Orang yang hatinya selalu jauh dari Allah Ta’ala, selalu lalai dari-Nya, selalu mengagungkan nafsunya, selalu menyerahkan kepada syahwatnya, lisannya kering dari dzikir, serta anggota badannya terhalang dari ketaatan dan sibuk dengan maksiat, maka mustahil diberi petunjuk agar akhir kehidupannya baik (husnul khatimah).

Su’ul Khatimah memiliki dua tingkatan

1. Tingkatan terbesar dan terjelek.

Yaitu orang yang hatinya penuh dengan keraguan dan penentangan saat sakaratul maut, kemudian ia mati dalam keadaan seperti ini, Maka hal ini akan menjadi penghalang antara dia dan Allah.

2. Tingkatan yang lebih rendah.

Yaitu orang yang hatinya cenderung kepada urusan dunia atau keinginan syahwatnya, lalu keinginan ini tergambar di dalam hatinya saat sakaratul maut. Biasanya, seseorang meninggal dalam kondisi yang biasa dia lakoni pada kehidupan nyatanya. Jika jelek, maka akhirnya juga jelek. Semoga Allah melindungi kita dari keduanya.

Sebab-sebab Su’ul Khatimah

Dari uraian ini, maka nampak jelas, bahwa penyebab su’ul khatimah adalah lawan dari penyebab husnul khatimah yang telah disebutkan. Penyebab utamanya adalah kerusakan aqidah. Di antara penyebabnya juga adalah rakus terhadap dunia, mencarinya dengan cara-cara haram, berpaling dari jalan kebaikan, serta terus-menerus melakukan perbuatan maksiat.

*****

Semoga Allah melindungi kita dari su’ul khatimah. Seseorang yang amalan lahirnya baik, serta batinnya juga senantiasa bersama Allah, jujur dalam perkataan dan perbuatan, maka dia tidak akan mengalami su’ul khatimah. Sebaliknya, su’ul khatimah akan dialami oleh orang yang aqidahnya rusak, amalan lahirnya rusak, berani melakukan dosa-dosa besar, bahkan mungkin ia melakukan itu sampai ajal menjemput tanpa sempat bertaubat.

Karena itu, selayaknya bagi orang yang berakal agar mewaspadai ketergantungan hatinya terhadap perbuatan-perbuatan haram, dan mengharuskan hati, lisan serta anggota badannya untuk mengingat Allah dan tetap taat kepada Allah dimanapun berada.

Ya Allah, jadikanlah amal terbaik kami sebagai penutup amal kami. Jadikanlah umur terbaik kami sebagai akhirnya. Dan jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari kami menjumpai-Mu
Ya Allah, berilah taufik kepada kami untuk melaksanakan berbagai kebaikan dan menjauhi semua kemungkaran.

Aamiin... 



IRIS_

Saturday, April 20, 2013

Aku ingin mencintai-Mu ...

Bismillahirrahmanirrahim ..

Ibnul Qayyim rahimahullâh menyebutkan sepuluh sebab yang akan menumbuhkan dan menambah rasa cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. 

Berikut sepuluh sebab tersebut.
1. Membaca Al-Qur`ân dengan tadabbur dan memahami maknanya.

2. Memperbanyak ibadah nafilah (sunnah) setelah menunaikan ibadah-ibadah wajib.

3. Memperbanyak dzikir kepada Allah dalam segala keadaan.

4. Lebih mendahulukan pelaksanaan dari apa yang dicintai oleh Allah, walaupun hal tersebut menyelisihi hawa nafsunya.

5. Membawa hati untuk mencermati nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menelusuri taman-tamannya.

6. Menyaksikan kebaikan, kebajikan dan nikmat-nikmat Allah kepada makhluk-Nya.

7. Menundukkan diri di hadapan Allah Subhânahu wa Ta’âla.

8. Berkhalwat dan bermunajad kepada-Nya di waktu malam, terkhusus pada sepertiga malam terakhir.

9. Duduk dengan orang-orang shalih.

10. Menghindari segala sebab yang bisa memisahkan antara hatinya dengan Allah ‘Azza wa Jalla.

Tentunya sepuluh sebab di atas bersumber dan dari berbagai keterangan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Semoga Allah Ta'ala membukakan rahmat-Nya bagi kita dan menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang senantiasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan dicintai-Nya ...
اَمِيـْنْ يَـارَبَّ الْعَـالَمِيْــ

Wallâhu Ta’âla A’lam.
Barakallahufikum ...


<embed src="http://www.4shared.com/embed/746923411/7171f254" width="420" height="250" allowfullscreen="false" allowscriptaccess="always" type="application/x-shockwave-flash"></embed>

Positif and Negative thinkers

Coba perhatikan kedua hal ini..

Orang positif :

ini memang sulit, tapi masih mungkin 

untuk dilakukan.~


Orang negatif :

ini memang mungkin, tapi sulit untuk 

dilakukan.








 

''Be a positive thinker'' is the best choice that u ever know :)
 

KAMU ?!! Pilih yang mana?! ^^

IRIS_

Nikmatnya Qona'ah...


Betapa dekat kebahagiaan bagi mereka yang menetapi do’a ini:

“اَللَّهُمَّ قَنِّعْــنِيْ بِـمَا رَزَقْــــتَــنِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَاخْلُفْ عَلَى كُـلِّ غَائِـبَةٍ لِيْ بِـخَيْرٍ”

“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qana’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa yang telah engkau rezeqikan kepadaku, dan berikanlah barakah kepadaku di dalamnya, dan jadikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.”

Mengingat sejenak sabda Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam,

“قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقُ كَفَا فًا، وَ قَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ
Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rezeqi yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawi.

Betapa sederhanya kebahagiaan.

IRIS_


... 7 PERKARA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN SETELAH MAKAN ...


Bismillah..

Allah Ta'ala telah menetapkan dan mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu, dalam membunuh dalam menyembelih dan dalam hal apapun. Nabi saw sendiri memohon kepada Allah agar ditolong untuk ibadah kepada Allah dalam bentuk yang terbaik. Dan menjadikan sikap meninggalkan sesuatu yang kurang baik sebagai pertanda muslim yang baik. Dan Nabi bersabda:

احْرِصْ عَلَىٰ مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Berambisilah untuk hal yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah. Dan jangan lemah” (HR Muslim: 6725)

Oleh karena itu berikut ini saya terangkan beberapa kesalahan yang sering kita lakukan setelah makan. Saya akan meringkasnya pada point berikut ini:

1. Merokok
Para ilmuwan telah menetapkan dengan percobaan bahwa merokok satu batang setelah makan setara dengan merokok 10 batang pada waktu yang lain. Artinya kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh satu batang rokok setelah maka sama dengan kerusakan dan pentyakit yang diakibatkan oleh 10 batang rokok.

2. Memakan buah-buahan secara langsung
Sesungguhnya mengkonsumsi buah-buahan segera setelah makan akan menyebabkan terisinya perut dengan udara. Oleh karena itu dinasihatkan untuk tidak memakan buah-buah sebelum satu atau dua jam setelah makan, atau bisa juga satu jam sebelum makan.

3. Langsung Meminum Teh
Dikarenakan daun-daun teh banyak mengandung unsur kimia karbon, di mana bahan kimian ini akan mempengaruhi protein yang ada pada makanan yang kita makan dan menjadikannya keras hingga sukar dicerna.

4. Melonggarkan sabuk di perut
Melonggarkan sabuk setelah makan akan menyebabkan mulasnya lambung dan kebuntuannya (penyumbatan usus).

5. Mandi
Langsung mandi setelah makan akan menyebabkan mengalirnya darah ke penghujung tubuh, yaitu ke ujung-ujung tangan dan kaki. Akibatnya jumlah darah yang mengalir di sekitar lambung menjadi sedikit. Hal ini menyebabkan lemahnya proses pencernaan.

6. Berjalan
Termasuk kesalahan fatal adalah keyakinan banyak orang terhadap pernyataan "Jika engkau berjalan seratus langkah setelah makan, maka sesungguhnya engkau akan menikmati kesehatanmu hingga usia 99 tahun." Ini adalah pernyataan yang salah, di mana langsung berjalan setelah makan akan menyebabkan lemahnya proses pencernaan.

7. Langsung Tidur
Sesungguhnya langsung tidur setelah makan akan menyebabkan tidak sempurnanya proses pencernaan yang akan menyebabkan kerusakan lambung atau radang lambung.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...