Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di -rahimahullah- berkata:
"Hati yang lurus adalah hati yang apabila ia mengetahui sebuah kebenaran lalu mengikutinya. Dan apabila mengetahui sebuah kebathilan lalu meninggalkannya."
~Al Qawaidul Hasan
Kebenaran itu ialah segala kebenaran yang dibenarkan Allah, termaktub dalam Qur'an dan hadist.
Tak peduli berjuta manusia mengatakan suatu hal adalah benar, tapi di mata Allah itu tetap salah, maka hal tersebut tetaplah salah. Tak peduli meski banyak orang yang berusaha membela dan membenarkan. Pun begitu pula sebaliknya.
Apa yang membuat hatimu gelisah (syak), barangkali itu pertanda bahwa yang engkau lakukan itu merupakan kesalahan.
"Istafti qalbak"
Tanyakan kepada hati kecilmu. Karena hati ialah seonggok daging kita yang selalu terhubung dengan sang Penciptanya. Seonggok gumpalan darah itu, bila ia masih bersih, maka fungsinya untuk membedakan mana yang baik dan yang benar akan berjalan dengan baik.
"Hati yang lurus adalah hati yang apabila ia mengetahui sebuah kebenaran lalu mengikutinya. Dan apabila mengetahui sebuah kebathilan lalu meninggalkannya."
~Al Qawaidul Hasan
Kebenaran itu ialah segala kebenaran yang dibenarkan Allah, termaktub dalam Qur'an dan hadist.
Tak peduli berjuta manusia mengatakan suatu hal adalah benar, tapi di mata Allah itu tetap salah, maka hal tersebut tetaplah salah. Tak peduli meski banyak orang yang berusaha membela dan membenarkan. Pun begitu pula sebaliknya.
Apa yang membuat hatimu gelisah (syak), barangkali itu pertanda bahwa yang engkau lakukan itu merupakan kesalahan.
"Istafti qalbak"
Tanyakan kepada hati kecilmu. Karena hati ialah seonggok daging kita yang selalu terhubung dengan sang Penciptanya. Seonggok gumpalan darah itu, bila ia masih bersih, maka fungsinya untuk membedakan mana yang baik dan yang benar akan berjalan dengan baik.
Tapi, berhati-hatilah ketika hati kita sudah tertutup kabut dosa.
Maka hati, sang nakhoda atas gerak tubuh kita, akan berkurang fungsinya.
Moga selalu ditetapkan hati kita didalam kebenaranNya.