Saturday, August 22, 2015

Yang sederhana, yang menakjubkan.


Ada yang sudah baca novel Bidadari-bidadari Surga, dari Tere Liye?
Baik, untuk yang sudah baca, kalian masih ingat tentang pembicaraan di simposium fisika Dali?
Aku sepakat, dari dulu, selalu ada teknologi hebat di alam semesta ini.
Dan dari satu nama, aku yakin di masanya, sungguh peradaban yang ada pastilah sangat maju. Ialah beliau, nabi Sulaiman as. Banyak sekali teknologi hebat dicerita zaman kerajaannya. Bahkan mungkin diluar kemampuan berpikir manusia zaman ini.

Di qur'an surat An-Naml ayat 40, misal. Benar ada manusia yang bisa memindahkan sesuatu yang besar sebelum mata berkedip, mungkin saja sepersekian detik. Sungguh, teknologi mutakhir saat ini saja aku belum yakin ada yang bisa menandinginya. Transformasi satu tempat ke tempat lain, aku terakhir melihatnya di film animasi robot putih gemuk "BM". Dan sekali lagi, jelas, itu masih sebatas animasi.
Ya, ya. Di Al-qur'an ada banyak sekali teknologi tercanggih yang menyibakkan hal-hal hebat di alam semesta ini. Entah itu dengan penemuan jasad Fir'aun, yang memang diceritakan di Al-Qur'an. Entah tentang bulan yang terbelah. Entah tentang api yang berubah dingin. Tentang dua jenis air yang saling bertemu namun tidak tercampur satu sama lain (untuk satu ini aku benar sangat penasaran, apa jangan-jangan ada selaput membran yang tipis sekali namun kuat untuk menahan percampuran, entahlah), atau tentang teori gunung-gunung yang sebenarnya tak pernah berdiam diri ditempatnya, atau rasa penasaranku tentang jenis labu yang mengobati nabi Yunus, yang sampai diturunkan Allah firmannya di Alqur'an (aku merasa ada khasiat hebat, karena sampai dicantumkan di Qur'an), atau yang terakhir paling membuatku penasaran akhir-akhir ini.
Aku tak peduli jika banyak orang menganggapnya sihir atau apalah. Mungkin karena, semua teknologi hebat itu hanya Allah yang memiliki. Sedang kemampuan berpikir manusia ini tidak sebanding atas rasionalitas maha sempurna dari Tuhan satu-satunya kita di Islam ini.
Baik, dari semua hal yang mungkin sebagian orang bilang tidak masuk akal. Ijinkan aku mengingatkan sesuatu. Ini hanya teknologi sederhana dizaman sekarang. Tentang kaca.
Sederhana sekali bagi segelintir orang zaman ini.
Tapi, tentu saja tidak untuk ribuan tahun yang lalu.
Aku benar penasaran setelah membaca QS An-naml: 44. Dimana balqis mengira perlu menyingkapkan betisnya karena hendak melewati kolam air besar saat masuk ke kerajaan Sulaiman as. Namun, segera dikatakan nabi bahwa itu hanya lantai yang dilapisi kaca.
Sadar bahwa ada bukti-bukti kehebatan yang membersamai nabi Sulaiman, Balqis pun meyakini tentang kekuasaan Allah dan dia beriman. Dari satu tanda itu, hal kecil yang sering sekali kita temui dizaman ini. Kaca.
Sebenarnya, boleh jadi kita berulangkali membacanya di Qur'an. Hanya mungkin kita abai untuk banyak hal.
Dan, aku, setelah beberapa hari lalu melihat video impian masa depan perusahaan Corning yang awal mulanya bergerak dibidang produksi gelas. Satu dua mulai teringat tentang teknologi kaca di era kepemimpinan nabi kita, Sulaiman as.
Mungkin pagi ini aku hanya berusaha mencari, sejarah ditemukannya kaca bening (transparan). Aku hendak membandingkan dengan tahun kerajaan nabi Sulaiman. Dan dari apa yang kubaca, bahkan untuk teknologi kacamata yang tidak begitu bening saja baru ditemukan di abad ke 16 di Jerman. Lalu, bukankah benar sangat amat hebat, untuk beribu tahun sebelumnya, justru sudah ditemukan kolam air dibawah lantai dilapis kaca. Yang orang melihat saking transparannya, kalau diiklan sekarang jargonnya bilang "bersih bening, seperti tanpa kaca" sampai hendak menyingsingkan pakaiannya agar tak basah terkena air kolam karena mengira tak ada kaca diatasnya.
Masya Allaah, laa haula wa laa quwwata illa billaah.. Yang sesederhana itu dizaman ini, sampai membuat Ratu Balqis terketuk untuk beriman. Lalu kenapa kita tidak terketuk untuk menambah keimanan dihati jika benar kita percaya juga pada Al-Qur'an, kalam Dia sang pemilik semua teknologi terhebat?
"Katakanlah, 'Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. Tetapi sedikit sekali kamu bersyukur"
(QS Al-Mulk: 23)
Semoga kita selalu berusaha menggunakan apa yang telah dikaruniakanNya untuk mengambil pelajaran agar bisa terus bersyukur.
*IRIS
**Jangan pernah berhenti menunjukkan bahwa kita kaum terbaik. Yang di anugerahi kitab-Nya dan juga Rasul yang dengan semua contoh tindakannya sebenarnya bisa membentuk karakter manusia yang benar-benar hebat. Inilah, karena kita adalah seorang muslim. Yang tatacara kehidupan terbaik sudah diajarkan Yang Maha Menciptakan dan Maha Mengetahui seluk beluk ciptaanNya di kehidupan ini.
Tetaplah selalu, proud to be muslim.

Foto Indes Rienera.