Saturday, August 22, 2015

Tidak sekedar 'beyond expectation'

Ini cerita waktu masih iseng-isengnya dulu sih. Setelah baca tulisannya ustadz Salim tentang nazhar. Mm, sedikit pengetahuan dari saya yang terbatas ini, nazhar itu maksudnya 'melihat' si calon teman hidup kelak sebelum benar dilamar. Istilahnya biar gak kayak ngambil kucing dalam karung. Jadi kenal singkat sesaat tapi yang bisa mencondongkan hati. Eh, gak apa-apa kan ya sesekali bahas ini juga. Saya pikir ini juga agak penting buat yang ingin meneruskan jejak sunnah rasul, menikah. Nanti jika sudah saatnya.

Nah, jadi di web nya ustadz itu ada kisah tentang seseorang laki-laki. (Ini kisah nyata kalau di tulisan itu bilang). Lelaki itu punya satu kriteria buat calon ibu anak-anaknya nanti. Dia cuma peduli syarat satu itu saja. Pernah menjadi guru bimbingan minimal 3 kelompok saja. Jadi, ditemukanlah dia dengan wanita yg sesuai kriterianya. Ketika berdialog bersama, si wanita itu jujur terang-terangan mengakui hal pertama, dia tidak pandai masak. Pria itu memang agak nelan ludah dicerita, untuk lalu mengatakan 'tenang, di jogja banyak warung makan'. Baik, si perempuan setuju. Tapi kemudian mengatakan dengan jujurnya fakta kedua, dia tidak bisa mencuci baju. Lagi-lagi si pria diuji. Dan karena memang syarat satu-satunya sudah dimiliki wanita ini, dia lalu bersabar dengan bilang, 'tidak apa-apa, di jogja juga banyak laundry-an'. Jadi, baginya ini bukan hal yang kalau kebanyakan kita bilang kebangetan. Dia, pria ini justru menerima apa adanya. Dan beberapa waktu kemudian, diceritakan ust Salim, ternyata masakan si wanita ini bisa lezat sekali diluar yang dibayangkan si pria. Ini karena kekuatan ketulusan dari keputusan lelaki tadi. Jadilah, demi membahagiakan keluarga kecil barunya, si wanita bersungguh-sungguh belajar untuk memberikan yang terbaik. Ya, ini kado 'beyond expectation' untuk si pria tulus satu itu.

And then, kembali ke awal. Ku ceritakan sesuatu yang kulakukan saat masih iseng-isengnya tahun 2013 dulu. Dari tulisan nazhar itu, aku jadi berkeinginan untuk survei. Dasar iseng, survei begitu juga tidak jelas buat apa. Jadilah, kutanyakan saja demikian kepada beberapa kenalanku. Dan ternyata, mereka banyak yang bilang tidak apa-apa, tidak masalah karena perjalanan panjang masih bisa belajar, ada juga yang bilang nanti bisa ke warung, bisa pekerjakan asisten rumah tangga dan jawaban hampir serupa lainnya. Namun, dari kesemuanya, ada satu jawaban yang benar-benar 'beyond expectation'. Tidak kusangka. Dan poin jawaban itu justru seolah memberikan pertanyaan balik kepadaku. Dibuka dengan tawa, beliau bilang
"Ya lucu banget dek survei kamu itu. Masak ada perempuan gak bisa masak sama nyuci mau ke jenjang kenal itu?" Lalu mengatakan lagi kalau hal tsb hampir tidak mungkin menurutnya. Apalagi dilihat secara ideologis, perempuan yang lewat jalan itu sedikit banyak pasti bisalah. Dia tau cara yang baik, pastinya dia taulah calon ibu yang baik bagaimana.

Dan aku, merasa bodoh saat membacanya waktu itu. Ingin sekali bilang, aku baru saja baca memang ada kisahnya. Tapi, hei kawan, bukankah yang dikatakannya itu memang benar? Saat kita ingin yang terbaik, kita juga harus berikan yang terbaik pula bukan? Tidak, tidak. Bukan sekedar tentang pasangan kelak, tapi generasi penerus terbaik. Kita calon orangtua, kunci terdekat mereka kan? Oke, tak perlu jauh-jauh, untuk adik kita misalnya. Ingin mereka lebih baik dari kita kan?? Maka ayo kita mulai beri contoh kepada mereka.
Dik, hari ini dan seterusnya, kakak akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian. Katakan dan teladankan. Sungguh, semoga kita selalu berhasil menjadi kunci pembuka kebaikan dan kehebatan 'beyond expectation' mereka yang kita sayangi.
Semoga kita juga tidak tega pula membiarkan mereka, orang-orang yang disayangi, menerima kita apa adanya. Walau sebenarnya, boleh jadi mereka tetap bisa berlapang dada.
At least, let us say to them "I'm not the best, but I will give the best for you".
Ya, mari bersemangat tuk memberikan kebaikan yang berkuadrat dan terus menguadrat hingga kelak dihadapanNya, hadiah terindah itu dihadirkan. Tidak lagi sekadar 'beyond expectation'.
Selamat siang!

*IRIS
**gambarnya dari Megha Aiytes.
*** kata 'beyond expectation', dikutip dari catatan lama Tere Liye. Dipadukan dengan coretan masa lampau. Semoga benar bisa applicated, apalagi untuk si penulisnya ini. Thanks for reading,