Ini cerita waktu masih iseng-isengnya dulu sih. Setelah baca tulisannya
ustadz Salim tentang nazhar. Mm, sedikit pengetahuan dari saya yang
terbatas ini, nazhar itu maksudnya 'melihat' si calon teman hidup kelak
sebelum benar dilamar. Istilahnya biar gak kayak ngambil kucing dalam
karung. Jadi kenal singkat sesaat tapi yang bisa mencondongkan hati. Eh,
gak apa-apa kan ya sesekali bahas ini
juga. Saya pikir ini juga agak penting buat yang ingin meneruskan jejak
sunnah rasul, menikah. Nanti jika sudah saatnya.
Nah, jadi di
web nya ustadz itu ada kisah tentang seseorang laki-laki. (Ini kisah
nyata kalau di tulisan itu bilang). Lelaki itu punya satu kriteria buat
calon ibu anak-anaknya nanti. Dia cuma peduli syarat satu itu saja.
Pernah menjadi guru bimbingan minimal 3 kelompok saja. Jadi,
ditemukanlah dia dengan wanita yg sesuai kriterianya. Ketika berdialog
bersama, si wanita itu jujur terang-terangan mengakui hal pertama, dia
tidak pandai masak. Pria itu memang agak nelan ludah dicerita, untuk
lalu mengatakan 'tenang, di jogja banyak warung makan'. Baik, si
perempuan setuju. Tapi kemudian mengatakan dengan jujurnya fakta kedua,
dia tidak bisa mencuci baju. Lagi-lagi si pria diuji. Dan karena memang
syarat satu-satunya sudah dimiliki wanita ini, dia lalu bersabar dengan
bilang, 'tidak apa-apa, di jogja juga banyak laundry-an'. Jadi, baginya
ini bukan hal yang kalau kebanyakan kita bilang kebangetan. Dia, pria
ini justru menerima apa adanya. Dan beberapa waktu kemudian, diceritakan
ust Salim, ternyata masakan si wanita ini bisa lezat sekali diluar yang
dibayangkan si pria. Ini karena kekuatan ketulusan dari keputusan
lelaki tadi. Jadilah, demi membahagiakan keluarga kecil barunya, si
wanita bersungguh-sungguh belajar untuk memberikan yang terbaik. Ya, ini
kado 'beyond expectation' untuk si pria tulus satu itu.
And
then, kembali ke awal. Ku ceritakan sesuatu yang kulakukan saat masih
iseng-isengnya tahun 2013 dulu. Dari tulisan nazhar itu, aku jadi
berkeinginan untuk survei. Dasar iseng, survei begitu juga tidak jelas
buat apa. Jadilah, kutanyakan saja demikian kepada beberapa kenalanku.
Dan ternyata, mereka banyak yang bilang tidak apa-apa, tidak masalah
karena perjalanan panjang masih bisa belajar, ada juga yang bilang nanti
bisa ke warung, bisa pekerjakan asisten rumah tangga dan jawaban hampir
serupa lainnya. Namun, dari kesemuanya, ada satu jawaban yang
benar-benar 'beyond expectation'. Tidak kusangka. Dan poin jawaban itu
justru seolah memberikan pertanyaan balik kepadaku. Dibuka dengan tawa,
beliau bilang
"Ya lucu banget dek survei kamu itu. Masak ada
perempuan gak bisa masak sama nyuci mau ke jenjang kenal itu?" Lalu
mengatakan lagi kalau hal tsb hampir tidak mungkin menurutnya. Apalagi
dilihat secara ideologis, perempuan yang lewat jalan itu sedikit banyak
pasti bisalah. Dia tau cara yang baik, pastinya dia taulah calon ibu
yang baik bagaimana.
Dan aku, merasa bodoh saat membacanya
waktu itu. Ingin sekali bilang, aku baru saja baca memang ada kisahnya.
Tapi, hei kawan, bukankah yang dikatakannya itu memang benar? Saat kita
ingin yang terbaik, kita juga harus berikan yang terbaik pula bukan?
Tidak, tidak. Bukan sekedar tentang pasangan kelak, tapi generasi
penerus terbaik. Kita calon orangtua, kunci terdekat mereka kan? Oke,
tak perlu jauh-jauh, untuk adik kita misalnya. Ingin mereka lebih baik
dari kita kan?? Maka ayo kita mulai beri contoh kepada mereka.
Dik,
hari ini dan seterusnya, kakak akan terus berusaha memberikan yang
terbaik untuk kalian. Katakan dan teladankan. Sungguh, semoga kita
selalu berhasil menjadi kunci pembuka kebaikan dan kehebatan 'beyond
expectation' mereka yang kita sayangi.
Semoga kita juga tidak tega
pula membiarkan mereka, orang-orang yang disayangi, menerima kita apa
adanya. Walau sebenarnya, boleh jadi mereka tetap bisa berlapang dada.
At least, let us say to them "I'm not the best, but I will give the best for you".
Ya, mari bersemangat tuk memberikan kebaikan yang berkuadrat dan terus
menguadrat hingga kelak dihadapanNya, hadiah terindah itu dihadirkan.
Tidak lagi sekadar 'beyond expectation'.
Selamat siang!
*IRIS
**gambarnya dari Megha Aiytes.
*** kata 'beyond expectation', dikutip dari catatan lama Tere Liye.
Dipadukan dengan coretan masa lampau. Semoga benar bisa applicated,
apalagi untuk si penulisnya ini. Thanks for reading,
