Ketika meminta sesuatu, rezeki misalnya. Namun, ternyata, saat yang diminta telah hadir, kita justru sibuk hingga melupakan Sang Pemberi. Bahkan, boleh jadi kita merasa masih kurang ini itu.
Kadang kita tidak tahu.
Hari ini atau esok lusa, bisa jadi, Allah membiarkan kita tuk belajar menunggu sebentar. Agar kita bisa lebih baik lagi menerima sesuatu dan mensyukurinya dengan baik.
Inilah sajak ketidaktahuan yang menggantung. Karena si penulisnya tidak
tahu lagi apa yang hendak ditulis. Tapi sungguh, jangan berhenti tuk
menggantungkan harapan kepada Allah. Satu-satunya Tuhan tempat
bergantung segala makhluk.