Wednesday, December 10, 2014

Renungan Bunda Tentang Ayah

Anakku...
Memang ayah tak mengandungmu,
tα̇pi darahnya mengalir didarahmu, namanya melekat dinamamu...

Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu...

Nak...
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do'anya selalu ada namamu disebutnya...

Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman...

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu...

Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri...

Bunda hanya ingin kau tahu nak...
bahwa...
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda...

Anakku...
Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu... Maka hormati dan sayangi ayahmu...
(copas)

Oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA.

Selamat menyejarah teman...

Sosok yang dirindukan, meski begitu singkat tapi ia mampu menyejarah..
Umar ibn Abdul Aziz.
Pemimpin yang dirindukan.
Dengan zaman kepemimpinan sekarang ini, yang mungkin banyak terselip kekurang-baikan pemerintah, janganlah kita semua mencerca dan pesimis. Apalagi sampai mengambil golongan putih..
Karena belum tentu semuanya sama,
masih akan selalu ada orang-orang baik yang Allah swt sisipkan ditengah mereka untuk menjadi sang pembenah.

“Maa laa tudraku kulluhu, fa laa tutraku kulluh..
Apa yang tak bisa didapatkan sepenuhnya, jangan ditinggalkan semuanya.”
Atau jika memang pada akhirnya sudah tak ada lagi kebaikan dari pemerintah kita, maka curigalah..
Barangkali kita yang Allah tunjuk dimasa depan untuk menjadi lilin penerang dalam kegelapan zaman..
Menjadi penebar cahaya kebaikan.
Semua mungkin terjadi, kita takkan pernah tahu masa depan kita.
Selamat menyejarah teman...
Namun untuk menyejarah, kita perlu "kesempatan dan kesiapan".
Bila memang saat ini kesempatan belum Allah swt hadirkan,
maka siapkanlah diri untuk kelak tampil menyejarah.

Monday, December 8, 2014

Prologue of Mardhatillah Seeker

“Ardha, kenapa kau pandangi terus-terusan benih bunga dandelion itu?”

Gadis itu menoleh sejenak,
“Tidak apa-apa. Aku hanya merasa bahwa aku ini sepertinya.
Sedikit saja hembusan angin menerpa. Aku akan dapat beterbangan kemana-mana.
Dasar makhluk memang lemah !
Tapi syukurlah, dengan adanya hembusan kecil itu, aku jadi bisa tersadar tentang kelemahan sejatiku. Bahwa aku memang lemah sebagai makhluk.
Lagipula, aku memang seharusnya bersyukur, kan?
Meski harus terpisah, hembusan kecil itu justru menerbangkanku untuk menemukan jalan baru. Bahkan membawa ku ke tempat tumbuh berkembang yang baru. Yang lebih baik.
Ya. Hembusan kecil itu lagipula cukup menyejukkan.
Hembusan kecil itu, takdir Tuhanku Yang Maha Baik.”

[IRIS]

Saturday, December 6, 2014

Keep Calm

Langit memang tak selalu cerah,
tapi langit juga takkan terus menerus mendung..

Jalan hidup memang tak selalu lurus,
tapi ia juga takkan selalu berkelok..

Beginilah roda kehidupan yang akan selalu berputar,

maka itu...
bila sedang berada diatas kita tidak boleh terlalu bahagia & sombong..
dan bila dibawah, kita jua tak boleh terlalu terlarut duka cita..

Apapun yg terjadi, teruslah bersyukur pada-Nya..
[QS.Ibrahim:7]

dan bila perlu minta tolonglah pada-Nya dgn sabar & sholat,
[QS.2:153]

Karena semua kejadian pasti ada hikmahnya,
Allah Maha Tahu.. sedangkan kita tidak...

"Jika kebahagiaan ibarat sinar matahari dan kesedihan ibarat rintik air hujan.
Sungguh, kita memerlukan keduanya tuk melihat indahnya pelangi,"

Sungguh, berhusnuzhan kepada Allah akan mampu meneguhkan iman, menumbuhkan kesabaran dan mengusir hazan di dalam hati.

Mengingat,
"Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku"

Keep positif thinking!




Tetaplah Kokoh!

Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin yang bertiup.
Andaipun dedaunannya harus berguguran, tetaplah kokoh.
Mengakar dengan kuat, mencengkeram erat bumi.
Cengkeramlah seerat mungkin keteguhan mu, keyakinanmu, ndhuk.
Setiap ujian yang melanda, pasti ada hikmah yang selalu tersembunyi disebaliknya.
Setiap kesusahan yang menimpa, pasti akan ada kemudahan yang 'kan menanti.
Pasti. Mungkin jika tidak hari ini, esok atau lusa, kita pasti akan menyadarinya.
Pasti. Yakin saja pada Tuhanmu. Yakinlah pada Allah selalu, ndhuk.
Bertahanlah karena kau ber-Tuhan!

[IRIS]

Monday, July 21, 2014

PKM ini ladangnya ujian..

Aku tak tahu mana yang lebih baik bagiku.
Semoga Allah selalu menuntun ke jalan Nya yang benar.
Tidak membiarkan kita terperosot jatuh ke jurang neraka-Nya.
Aamiin..



Thursday, February 27, 2014

33-Cahaya di Langit Jogja

Jalan ini begitu gelap, mencekam.
Menakutkan, kecemasanku semakin bertambah dalam..
Bila saja aku salah jalan, aku bisa terperosot jatuh ke jurang yang suram.

Perlahan menapak, samar-samar mulai terlihat cahaya yang kian lama begitu terang.
Jalan memang mulai sedikit terlihat, meski samar & gelap masih menyapa.
Akan tetapi, kenapa jalan menuju cahaya terang benderang itu tampaknya begitu jauh dan penuh batu terjal?

Ku edarkan pandangan ke sekeliling, mencoba mencari cahaya yang ada.
Saat menghadap kembali kedepan, tiba-tiba 3 cahaya kecil hadir menemaniku.
Dan gerbang itu, kenapa terlihat mulai menutup??

...
"3 cahaya itu ialah kunci pembuka gerbang cahaya utama.
Jika kau ingin keluar dari negeri malam ini, jangan biarkan salah satupun padam.
Jagalah dirimu dan cahaya itu bersamamu.."
...
wussss..

Bisikan itu hilang bersamaan sepoi angin.
Hampir saja menggoyahkan cahaya 3 lilin kecil ini.
Aku terdiam dengan sejuta tanya.
Benarkah suara itu?
Haruskah aku mengikutinya?

Hhh..
Apapun itu, aku memang harus menjaga diri bukan?
Aku harus tetap menjaga cahaya yang akan menunjukkan jalanku bukan?

Entah ini petualangan atau bukan,
semoga saja gerbang cahaya itu akan mengantarkanku menuju tempat yang lebih baik lagi..

***
Iris dan Negeri Malam
33-Cahaya di Langit Jogja